Jakarta, CoreNews.id – Presiden Prabowo Subianto disebut terus melakukan evaluasi menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), level terendah sepanjang sejarah.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan Presiden memantau perkembangan ekonomi dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan di tengah tekanan terhadap mata uang nasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan adanya rapat internal di Istana terkait pelemahan rupiah.
“Pasti Presiden evaluasi terus. Pasti Presiden evaluasi terus. Evaluasi terus,” kata Qodari di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Namun, Qodari tidak merinci langkah yang akan ditempuh pemerintah untuk merespons kondisi tersebut. Ia meminta agar pertanyaan mengenai kebijakan pengendalian nilai tukar rupiah disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.
Selain itu, Qodari juga menanggapi isu perombakan kabinet yang mencuat seiring pelemahan rupiah. Menurutnya, keputusan terkait reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
“Kita tunggu saja ya. Kalau soal itu, itu hak prerogatif Bapak Presiden,” ujarnya.













