Jakarta, CoreNews.id – Indonesia dinilai sangat cocok mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir berbasis Small Modular Reactor (SMR) untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah kepulauan. Pakar nuklir Amerika Serikat, Kelle Barfield, mengatakan teknologi SMR mampu menjawab tantangan distribusi listrik di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah.
Menurut Barfield, ukuran SMR yang lebih ringkas memungkinkan pembangkit ditempatkan di wilayah terpencil maupun kawasan dengan kebutuhan energi besar, seperti pertambangan. Teknologi ini juga tidak memerlukan infrastruktur sebesar reaktor nuklir konvensional sehingga lebih fleksibel untuk berbagai kondisi geografis.
“SMR menawarkan peluang besar diterapkan di Indonesia karena ukurannya lebih ringkas dan dapat menjangkau wilayah terpencil maupun kawasan industri dengan kebutuhan energi tinggi,” ujar Barfield dalam acara Powering the Future: American Leadership in Clean Nuclear Energy.
Ia menilai kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat dapat mempercepat pengembangan energi nuklir nasional. Selain teknologi yang telah terverifikasi regulator AS, Indonesia juga dapat memanfaatkan dukungan program FIRST untuk pengembangan infrastruktur, SDM, hingga pemilihan lokasi pembangunan SMR. Barfield optimistis minat investasi perusahaan nuklir AS di Indonesia akan terus meningkat seiring kemajuan proyek yang tengah dijajaki.












