Jakarta, CoreNews.id – Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO) mulai mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman. Operasi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Iran, Oman, Amerika Serikat, negara-negara pesisir, serta industri maritim internasional.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan pihaknya telah memperoleh jaminan keselamatan sehingga operasi evakuasi dapat berjalan dengan aman. “IMO telah memperoleh jaminan keselamatan yang diperlukan dan memastikan kondisi navigasi aman untuk mendukung pelaksanaan operasi evakuasi,” ujarnya.
Sejak tercapainya kesepakatan Washington-Teheran, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai meningkat. Data Kpler mencatat sedikitnya 36 kapal komersial melintasi jalur tersebut pada 22 Juni 2026, menjadi angka tertinggi sejak konflik pecah. Sementara itu, Denmark bergabung dalam misi maritim yang diprakarsai Prancis dan Inggris untuk membantu membuka kembali jalur perdagangan energi global. Meski pembicaraan damai terus berlangsung, ratusan kapal masih tertahan dan operasional penuh Selat Hormuz belum dipastikan.













