Jakarta, CoreNews.id – Wacana pembangunan Kereta Trans Kalimantan dinilai membuka peluang besar dalam memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. Namun, rencana tersebut harus segera diterjemahkan ke dalam dokumen teknis, studi kelayakan, penetapan trase, serta skema pembiayaan yang jelas agar dapat direalisasikan.
“Kereta logistik bukan sekadar proyek prestise, melainkan dapat menjadi instrumen untuk menekan biaya distribusi dan mendukung pengembangan industri pengolahan di Kalimantan Timur,” ujar Ketua MTI Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan H. M. Gultom.
Tiopan mengatakan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan merupakan sinyal positif, meski saat ini masih sebatas komitmen awal. Menurutnya, pembangunan rel logistik akan membantu menekan biaya distribusi komoditas seperti batu bara, CPO, dan kayu yang selama ini bergantung pada angkutan jalan dan sungai.
Ia menilai jalur kereta harus terhubung langsung dengan kawasan industri, pelabuhan ekspor, serta wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Tiopan juga menyarankan pembangunan dimulai dari koridor yang telah memiliki kepastian volume kargo sehingga proyek memiliki kelayakan komersial yang kuat dan mampu menarik minat investor untuk pengembangan jaringan rel di tahap berikutnya.













