Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Turkiye, Saudi, Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Bersama

Kesepakatan pertahanan tiga negara Muslim ini diarahkan untuk memperkuat keamanan regional di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.

by Teguh Imam Suyudi
8 Agustus 2026 | 09:00
in News
turkiye-saudi-pakistan-pakta-pertahanan

Ilustrasi the Mecca Joint Deterrence Agreement dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama yang disebut Mecca Joint Deterrence Agreement. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (7/8/2026), oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Perjanjian itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Kesepakatan tersebut bertujuan membangun daya tangkal bersama serta memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan.

Dibentuk di Tengah Ketegangan Kawasan

Kesepakatan pertahanan Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan telah dibahas selama beberapa waktu. Negosiasi semakin intensif setelah konflik regional meningkat, termasuk perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Arab Saudi menjadi salah satu negara yang menghadapi risiko keamanan karena memiliki aset dan infrastruktur militer Amerika Serikat. Sementara itu, Turkiye dan Pakistan memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas kawasan.

Pakar melihat kerja sama tersebut sebagai upaya meningkatkan kemandirian strategis negara-negara kawasan. Turkiye memiliki kekuatan industri pertahanan, Arab Saudi memiliki kapasitas finansial dan pengaruh ekonomi, sedangkan Pakistan memiliki pengalaman militer serta kemampuan penangkal strategis.

Namun, pakta itu bukan aliansi militer yang setara dengan NATO. Kesepakatan tersebut lebih diarahkan pada koordinasi strategis, militer, industri pertahanan, pertukaran intelijen, serta kerja sama energi dan manufaktur.

Iran sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kesepakatan tersebut. Adapun Israel juga belum memberikan tanggapan resmi. Pejabat Turkiye menegaskan, perjanjian itu bersifat defensif dan tidak ditujukan kepada negara tertentu.

Sumber: Al Jazeera.com

READ  Haji 2025, Saudi Hadapi Tantangan Panas Ekstrem
Tags: Arab SaudiPakistanTurkiye
Previous Post

Malaysia Airlines Wajibkan Tes Narkoba untuk 1.260 Pilot Usai Kasus di Bandara Soetta

Next Post

Kemenkeu Ambil Alih Utang Proyek Kereta Whoosh

Next Post
kemenkeu-ambil-alih-utang-whoosh

Kemenkeu Ambil Alih Utang Proyek Kereta Whoosh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
Ilustrasi kawasan pariwisata di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

10 Destinasi Wisata Lebak Banten

6 Februari 2025 | 12:57
strategi-dual-growth-pertamina-ketahanan-energi-nasional

Strategi Dual Growth Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional

9 September 2026 | 09:00
Cuaca Saudi Panas, Ini Pesan Menag Yaqut ke Jemaah Haji Indonesia

Cuaca Saudi Panas, Ini Pesan Menag Yaqut ke Jemaah Haji Indonesia

8 Mei 2024 | 14:12
kumpul-kebo-dipidana-kuhp-baru-2026

Tinggal Serumah Tanpa Nikah Bisa Dipenjara Mulai 2026! Ini Aturan Lengkap KUHP Baru yang Wajib Diketahui

2 Januari 2026 | 19:00
Berdasar SEOJK 19/2025, penilaian skor kredit (credit scoring) oleh penyelenggara harus memperhatikan kelayakan dan kemampuan calon borrower untuk memenuhi kewajiban pembayaran pendanaan, yaitu watak (character) dan kemampuan membayar kembali (repayment capacity). Di samping itu, penyelenggara dapat memperhatikan juga aspek lainnya, seperti modal (capital), prospek ekonomi (condition of economy), dan/atau objek jaminan (collateral)

Peraturan Baru OJK, Batas Pinjaman Kini Cuma 30% Gaji

13 Januari 2026 | 11:00
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved