Aliansi strategis global ditujukan untuk mempercepat adopsi AI yang aman sekaligus memperkuat ketahanan siber organisasi.
Jakarta, CoreNews.id – NTT DATA dan Palo Alto Networks mengumumkan aliansi strategis multi-tahun untuk membantu organisasi mengadopsi kecerdasan artifisial (AI) secara aman, memodernisasi keamanan siber, serta membangun ketahanan siber di tengah perkembangan teknologi AI.
Aliansi yang diumumkan pada 24 Agustus 2026 tersebut menggabungkan platform keamanan siber berbasis AI milik Palo Alto Networks dengan layanan konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola dari NTT DATA. Kedua perusahaan juga akan melakukan rekayasa dan inovasi bersama serta menyediakan layanan global yang terkoordinasi.
Target bisnis hingga 2029
Kolaborasi tersebut menjadi aliansi strategis pertama Palo Alto Networks dengan integrator sistem global dalam bentuk tersebut. Kedua perusahaan menargetkan bisnis bersama senilai 1 miliar dolar AS pada akhir periode tiga tahun atau 2029.
Aliansi ini juga memadukan intelijen ancaman Unit 42 dari Palo Alto Networks dengan keahlian keamanan siber global, tata kelola AI, dan layanan terkelola NTT DATA.
Solusi awal akan menyasar sektor yang sangat teregulasi dan sektor kritis, termasuk layanan keuangan, kesehatan, manufaktur, serta sektor publik.
Enam area transformasi yang menjadi fokus meliputi pusat operasi keamanan otonom, tata kelola AI, keamanan identitas, Zero Trust dan SASE, cloud tangguh, serta modernisasi firewall.
NTT DATA menyebut kolaborasi tersebut didukung lebih dari 2.000 tenaga ahli bersertifikasi Palo Alto Networks. Sementara itu, NTT DATA memiliki lebih dari 7.500 profesional keamanan siber, lebih dari 70 pusat layanan, dan lebih dari 20 Cyber Defense Center.













