Solopreneur Society: The Founders Club 2026 menghubungkan founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, peluang kolaborasi, dan solusi finansial.
Jakarta, CoreNews.id – Bank Saqu, layanan perbankan digital milik Astra Financial dan WeLab, memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan solopreneur Indonesia melalui Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club.
Program tersebut merupakan pengembangan dari Solopreneur Academy yang sejak 2024 telah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari berbagai industri. Kini, program tersebut berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, peluang kolaborasi, serta solusi finansial.
Dorong pertumbuhan melalui ekosistem bisnis
Bank Saqu melihat perkembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan founder dalam mengelola usaha, tetapi juga dukungan ekosistem yang tepat.
Berdasarkan laporan Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2024/25, lebih dari 50 persen usaha mikro dan kecil yang mengakses sedikitnya satu bentuk dukungan bisnis dalam 12 bulan terakhir melaporkan peningkatan pendapatan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 37 persen pada usaha yang tidak mendapatkan dukungan.
Dukungan tersebut antara lain berupa pendampingan, pelatihan finansial, pemasaran digital, hingga peer networking.
Relationship Banking Director Bank Saqu Hendrik Komandangi mengatakan kebutuhan solopreneur semakin luas seiring dengan pertumbuhan bisnis yang dijalankan.
“Selain pengetahuan dan pondasi bisnis yang kuat, mereka membutuhkan akses terhadap jaringan, peluang pasar, dan dukungan finansial yang sesuai dengan tahapan bisnisnya,” kata Hendrik, dalam siaran pers, 3/9/2026.
Karena itu, melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu ingin memperluas dukungan agar para founder memiliki lebih banyak akses yang dapat membantu membawa bisnis mereka ke tahap berikutnya.
Melalui program tersebut, Bank Saqu mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem bisnis, mulai dari sesama founder, pemilik merek, pemasok, strategic partner, hingga ecosystem buyer. Pendekatan ini membuat program tidak hanya berfungsi sebagai ruang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ekosistem untuk membuka akses terhadap kebutuhan pertumbuhan bisnis.
Hadirkan networking dan business matchmaking
Pada penyelenggaraan 2026, Bank Saqu berkolaborasi dengan IDN untuk memperkuat ekosistem Solopreneur Society: The Founders Club.
Kolaborasi tersebut memberikan ruang lebih luas bagi para founder untuk memperoleh perspektif baru, memperluas jaringan, serta bertemu dengan berbagai pelaku dalam ekosistem bisnis.
Berbeda dari Solopreneur Academy sebelumnya yang berfokus pada pembelajaran dan penguatan fundamental bisnis, Solopreneur Society: The Founders Club 2026 menghadirkan tiga bagian utama, yakni industry insights, networking, dan business matchmaking yang terkurasi.
Para founder mendapatkan perspektif dari praktisi dan ahli mengenai tantangan serta peluang di empat kategori bisnis, yaitu coffeepreneur, food and beverage (F&B), MICE, dan artificial intelligence (AI).
Sementara itu, business matchmaking menjadi salah satu pembeda utama program tahun ini. Para founder dipertemukan dengan pelaku bisnis yang relevan berdasarkan kebutuhan dan potensi usaha masing-masing.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka penjajakan kerja sama, akses pasar, maupun peluang bisnis baru.
Lengkapi ekosistem dengan solusi finansial
Selain pengetahuan dan jaringan bisnis, Bank Saqu melengkapi ekosistem tersebut melalui akses terhadap solusi finansial.
Bank Saqu mendampingi kebutuhan finansial nasabah, mulai dari pengelolaan keuangan hingga fasilitas kredit bagi nasabah yang memenuhi kriteria.
Salah satunya melalui Saku Kredit, fasilitas pinjaman Bank Saqu dengan limit hingga Rp30 juta yang dapat digunakan secara fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Bank Saqu juga menyediakan Kredit Modal Kerja untuk mendukung kebutuhan modal dan aktivitas operasional usaha.
Pendekatan berbasis ekosistem juga diperkuat melalui keterlibatan pelaku industri. Salah satunya Otten Coffee yang telah membangun ekosistem bagi para coffeepreneur.
Pada 2026, Bank Saqu dan Otten Coffee menjalin strategic partnership dengan visi yang sama untuk mendukung perkembangan pelaku usaha di industri kopi. Kolaborasi tersebut mempertemukan pemahaman industri dan ekosistem Otten Coffee dengan akses terhadap layanan finansial Bank Saqu.
CEO Otten Coffee Jhoni Kusno mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan yang semakin relevan bagi coffeepreneur dalam mengembangkan bisnis.
“Melalui kolaborasi ini, kekuatan ekosistem Otten Coffee dipertemukan dengan akses terhadap solusi finansial Bank Saqu,” ujarnya.
Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu menargetkan terbentuknya ekosistem yang menghubungkan pengetahuan, jaringan bisnis, peluang, dan akses finansial untuk mendukung perkembangan usaha.
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi langkah lanjutan Bank Saqu dalam memperluas dukungan bagi solopreneur pada berbagai tahap perjalanan bisnis, dari merintis hingga mengembangkan usaha.













