Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Pakaian Tertutup Lindungi Kulit dari Abu Vulkanik

by Teguh Imam Suyudi
8 September 2026 | 08:00
in Humaniora
pakaian-pelindung-kulit-abu-vulkanik

Ilustrasi Pakaian Tertutup Lindungi Kulit dari Abu Vulkanik dibuat oleh ChatGPT

Bagikan sekarang:

Dokter kulit menyarankan pakaian lengan panjang, celana panjang, sepatu tertutup, masker, dan pelindung mata saat abu vulkanik menyebar.

Jakarta, CoreNews.id – Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE, merekomendasikan masyarakat mengenakan pakaian tertutup untuk melindungi kulit selama terjadi penyebaran abu vulkanik.

“Gunakan pakaian yang dapat meminimalkan permukaan kulit yang terbuka, seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu tertutup,” kata Arini dikutip dari pemberitaan media nasional, Senin, 7/9/2026.

Menurut Arini, pakaian tertutup terutama diperlukan ketika masyarakat harus membersihkan area yang banyak tertutup abu. Penggunaan pakaian lengan panjang dan celana panjang juga sejalan dengan rekomendasi Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) untuk mengurangi paparan abu pada kulit.

Lindungi mata dan saluran pernapasan

Selain melindungi kulit, masyarakat juga perlu memperhatikan kesehatan mata dan saluran pernapasan. Arini menyarankan penggunaan topi, sarung tangan, masker dengan filtrasi baik, serta pelindung mata ketika harus berada di luar ruangan.

Masyarakat juga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan abu berlangsung cukup berat.

“Jika harus berada di luar ketika abu masih berada di udara, gunakan masker yang memiliki filtrasi baik dan pelindung mata,” ujarnya.

Sunscreen tetap dibutuhkan

Arini mengatakan penggunaan tabir surya tetap diperlukan karena keberadaan awan atau abu di atmosfer tidak berarti radiasi ultraviolet sepenuhnya hilang.

Ia menyarankan penggunaan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 pada kulit yang bersih dan kering sebelum keluar rumah.

Namun, sunscreen tidak sebaiknya langsung digosokkan pada kulit yang telah dipenuhi abu. Kulit perlu dibilas atau dibersihkan secara lembut, kemudian dikeringkan sebelum sunscreen digunakan kembali.

Saat abu vulkanik cukup tebal, pakaian tertutup, topi, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi perlindungan yang lebih penting.

READ  Empat Bandara Ditutup Akibat Abu Anak Krakatau

Arini mengingatkan masyarakat untuk tidak menggosok kulit yang terkena abu. Jika muncul kemerahan berat, pembengkakan, rasa terbakar, luka, atau lepuh, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah.

Tags: Abu VulkanikKesehatan Kulitmitigasi bencana
Previous Post

Maybank Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular Lewat BalikBAIK

Next Post

Resmi Merger, Summit Oto Finance Lebur Oto Multiartha

Next Post
merger-summit-oto-finance-lebur-oto-multiartha

Resmi Merger, Summit Oto Finance Lebur Oto Multiartha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

Menag Ungkap Lima Sumber Pengetahuan yang Diajarkan di Pesantren

23 Oktober 2026 | 11:24
qatar-turkiye-pakistan-indonesia-kerja-sama-pertahanan

Qatar, Turkiye, Pakistan, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

23 Oktober 2026 | 08:00
Menurut Hasan, besarnya sanksi tersebut menjadi rekor denda terbesar sepanjang sejarah OJK. OJK juga tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat apabila pelanggaran yang dilakukan memang menuntut konsekuensi hukum yang berat. Khusus penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal tidak berhenti pada sanksi administratif. Jika hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut menemukan dugaan tindak pidana yang didukung bukti cukup, perkara dapat ditindaklanjuti melalui proses penyidikan dan jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun pada Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

23 Oktober 2026 | 15:53
dki-jakarta-transportasi-gratis-pencari-kerja-2027

DKI Jakarta Gratiskan Transportasi Bagi Pencari Kerja Mulai 2027

23 Oktober 2026 | 09:00
Menurut Firman, penurunan GWM sebesar satu poin persentase diperkirakan dapat menambah likuiditas perbankan sekitar Rp90 triliun. Kebijakan ini ditempuh untuk menyeimbangkan likuiditas di pasar uang dan perbankan di tengah pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dana pihak ketiga (DPK).

BI Turunkan GWM 2 Persen

23 Oktober 2026 | 16:49
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh.

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

28 Februari 2024 | 04:10
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved