Jakarta, CoreNews.id – Menteri Luar Negeri RI Sugiono selaku Ketua Delegasi Indonesia menghadiri pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB (SMU PBB) ke-81 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa, 22 September 2026.
Debat Umum dipimpin Presiden Majelis Umum PBB ke-81 Khalilur Rahman, Menteri Luar Negeri Bangladesh, dengan tema “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All”.
Sekjen PBB António Guterres dalam pidato terakhirnya sebagai Sekjen menyoroti perubahan lanskap kekuatan global, konflik, ketimpangan, perubahan iklim, dan perkembangan kecerdasan artifisial.
Sementara itu, Presiden Majelis Umum PBB menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan terhadap PBB melalui reformasi dan tindakan nyata.
Indonesia dalam rangkaian High-Level Week membawa sejumlah prioritas, termasuk mendorong perdamaian dan penyelesaian konflik, khususnya Palestina, serta memperkuat peran sebagai bridge-builder.
“Indonesia terus menegaskan pentingnya multilateralisme yang lebih kuat, inklusif, dan efektif, serta kerja sama internasional yang mampu menghasilkan solusi konkret terhadap tantangan bersama,” demikian keterangan resmi Kemlu RI, Rabu, 23 September 2026.
Indonesia juga mendorong reformasi PBB, memperkuat suara Global South, serta menyampaikan capaian dan prioritas pembangunan nasional.













