Jakarta, CoreNews.id – Partai Gerindra mengkritik rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Gerindra menilai laporan tersebut memuat tuduhan yang tidak disertai bukti memadai.
Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan demokrasi tetap berjalan terbuka dan pemerintah menerima kritik konstruktif.
“Presiden Prabowo tidak dipilih oleh rakyat untuk menyenangkan para pengamat, melainkan untuk mengeksekusi perubahan nyata yang berdampak langsung untuk kesejahteraan rakyat,” kata Sugiat, Selasa (13/10/2026).
Sugiat juga membantah kritik terhadap kebijakan ekonomi, pertahanan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan pemerintah terus mendorong investasi, hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan sosial.
Menurutnya, penilaian kinerja pemerintah harus didasarkan pada hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar skor survei. Gerindra menilai program MBG dan penguatan ekonomi desa merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.













