Jakarta, CoreNews.id – Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah menargetkan rehabilitasi 114 hektare lahan di delapan lokasi melalui program Hutan Wakaf Berkemajuan.
Program ini diperkuat melalui pelatihan Training of Trainers (ToT) Eco Kader dan Eco Revive pada 16–18 Oktober 2026, yang diikuti 50 peserta dari perwakilan Muhammadiyah daerah.
Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, menegaskan pentingnya perencanaan dan pengelolaan berkelanjutan. “Kita harus punya perencanaan dan mimpi yang besar,” ujarnya saat membuka kegiatan, Jumat (16/10/2026).
Rehabilitasi tersebar di Lampung, Sumatera Utara, Bengkulu, Banten, Banyumas, dan Gunungkidul. Program ini mendapat dukungan pendanaan Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup sebagai bagian dari upaya mencapai target FOLU Net Sink 2030.
Muhammadiyah juga mendorong pengembangan kawasan menjadi hutan pendidikan atau edu forest untuk pembelajaran konservasi. Melalui program ini, kader diharapkan mampu memulihkan ekosistem sekaligus memberdayakan masyarakat melalui dakwah lingkungan yang berkelanjutan.













