Jakarta, CoreNews.id — Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 223,23 poin atau 4,31 persen ke posisi 4.961,88 pada Senin (19/10/2026). Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga dicatat turun 28,06 poin atau 5,52 persen ke posisi 480,50. Pelemahan tersebut terjadi sebagai akibat dampak lanjutan dari pengumuman penyedia indeks pasar saham global Morgan Stanley Capital International, yang membuka konsultasi terkait peluang perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia.
Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta (19/10/2026), mengatakan jika IHSG mampu kembali menembus area 5.326–5.332, IHSG berpeluang rebound menuju resistance 5.631. Namun, bila tekanan jual berlanjut dan IHSG menembus support 4.999, maka indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 4.471.
Secara umum, penurunan saham IHSG mengikuti bursa saham regional Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Pelemahan saham juga terjadi di bursa Wall Street Amerika Serikat. Namun berbeda dengan bursa Eropa. Bursa Eropa dicatat menguat pada perdagangan Jumat (16/10/2026) pekan kemarin. Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,58 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,38 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,95 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,28 persen.*













