Jakarta, CoreNews.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus membuktikan komitmennya dalam menjalankan bisnis yang ramah lingkungan. Sepanjang tahun 2025, emiten berkode saham BBNI ini berhasil mencatatkan penghematan energi yang fantastis, mencapai 559.194 Giga Joule (GJ).
Capaian ini tidak hanya sekadar angka, tetapi merupakan bukti nyata dari penguatan berbagai inisiatif efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon yang dijalankan secara masif di seluruh lini operasional perusahaan. Penghematan tersebut utamanya bersumber dari penurunan konsumsi listrik, yang menjadi pilar utama strategi perseroan dalam mendorong operasional rendah emisi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya energi.
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan yang berkelanjutan.
“Penurunan konsumsi energi ini mencerminkan konsistensi BNI dalam menjalankan berbagai program efisiensi energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi BNI, Kamis (26/3/2026).
Gedung Hijau BNI Raih Sertifikasi Bergengsi
Langkah efisiensi BNI tidak berhenti pada penghematan energi semata. Perseroan secara agresif memperkuat implementasi konsep bangunan hijau (green building) di sejumlah gedung operasional strategis. Hasilnya, beberapa properti kebanggaan BNI telah berhasil meraih sertifikasi dari lembaga independen berskala nasional maupun internasional.
Gedung Menara BNI Pejompongan, misalnya, mencatatkan prestasi dengan meraih sertifikasi Green Building Gold dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Tak kalah impresif, Gedung Plaza BNI BSD berhasil menyabet predikat lebih tinggi, yakni sertifikasi Green Building Platinum.
Di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, gedung BNI juga mendapat pengakuan global. Gedung tersebut meraih sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) level Gold dari United States Green Building Council (USGBC) pada kategori Building Construction.
Menurut Alexandra, berbagai pengakuan tersebut menjadi indikator bahwa transformasi menuju operasional ramah lingkungan yang digalakkan BNI tidak hanya memberikan dampak positif pada efisiensi internal, tetapi juga mendapatkan apresiasi dan pengakuan luas dari lembaga independen.
Komitmen Jangka Panjang untuk Masa Depan
Ke depan, BNI berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis dan operasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang perseroan. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada efisiensi energi, tetapi juga mencakup pengembangan ekosistem keuangan berkelanjutan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Capaian penghematan energi sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa transformasi menuju operasional hijau telah memberikan hasil nyata. Selain menekan biaya operasional, langkah ini juga berkontribusi signifikan terhadap upaya nasional dalam pengurangan emisi karbon, sejalan dengan visi BNI untuk menjadi bank yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.













