Jakarta, CoreNews.id – PT Asuransi Jiwa Sequis Life menggelar The Financial Literacy Talk-show bertajuk “Seimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebak” sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan karyawan di tengah maraknya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan tekanan gaya hidup modern.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program keberlanjutan Better Tomorrow with Sequis sekaligus bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 yang mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Literasi Keuangan untuk Mencegah Risiko Finansial
Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, mengatakan kesehatan finansial menjadi aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup sekaligus produktivitas kerja seseorang.
“Kesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,” ujar Agustina.
Menurut dia, tekanan finansial dapat berdampak pada fokus, produktivitas, hingga kualitas pengambilan keputusan karyawan. Karena itu, edukasi literasi keuangan menjadi langkah preventif untuk membantu membangun kondisi finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Waspadai Jebakan Pinjaman Online
Dalam kegiatan tersebut, Sequis Life menghadirkan Financial Planner Maryadi Santana CFP®, QWP® yang membahas pentingnya financial wellness melalui pengelolaan pengeluaran, disiplin anggaran, dana darurat, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.
Maryadi menjelaskan bahwa pinjaman online sering kali dianggap sebagai solusi cepat untuk kebutuhan mendesak. Namun, di balik kemudahannya terdapat berbagai risiko, mulai dari bunga dan denda tinggi, jebakan utang (debt trap), hingga potensi kebocoran data pribadi.
“Pinjaman online sering terlihat sebagai solusi cepat untuk kebutuhan sesaat. Namun di balik kemudahannya, terdapat risiko yang dapat mengancam kesehatan finansial jika tidak dikelola dengan bijak,” kata Maryadi.
Melalui edukasi ini, Sequis Life berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung kesejahteraan karyawan. Perusahaan meyakini kondisi finansial yang sehat akan membantu karyawan bekerja lebih fokus, produktif, dan tenang dalam mewujudkan better tomorrow.













