Jakarta, CoreNews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) memprioritaskan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah Indonesia bagian timur. Maluku Utara, Maluku, Papua, dan NTT dinilai membutuhkan percepatan sekaligus pola pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi daerah.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, wilayah timur memiliki karakteristik berbeda dengan kawasan perkotaan di Jawa. Faktor geografis, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta tingginya angka stunting menjadi pertimbangan.
“Daerah timur ini menjadi salah satu prioritas yang sekarang atau secepat-cepatnya harus kita aktivasi,” kata Sudaryono di Ternate, Maluku Utara, dikutip Rabu, 23 September 2026.
Menurutnya, jarak antardaerah yang jauh membuat pelaksanaan MBG tidak bisa menggunakan pola yang sama. “Daerahnya membutuhkan, daerahnya jauh, 3T. Berikutnya daerah-daerah yang memang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,” ujarnya.
Sudaryono menegaskan, kondisi Jakarta tidak dapat menjadi satu-satunya acuan. “Indonesia ini luas, Jakarta itu bukanlah representasi Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
BGN juga akan memberikan penanganan khusus bagi daerah seperti Maluku Utara, Maluku, dan Papua. Perluasan program, menurut Sudaryono, harus dibarengi pembenahan tata kelola agar tidak menimbulkan masalah baru.













