Jakarta, CoreNews.id – Presenter sekaligus pengusaha Raffi Ahmad resmi tidak lagi menjadi brand ambassador produk cat Nippon Paint. Keputusan tersebut muncul di tengah gelombang kritik dan seruan boikot warganet menyusul polemik kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Kepastian berakhirnya kerja sama itu disampaikan Nippon Paint melalui akun Instagram resminya setelah sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan status Raffi sebagai duta merek perusahaan tersebut. Nippon Paint juga memastikan materi promosi yang masih menampilkan Raffi akan diturunkan secara bertahap.
“Terima kasih atas perhatian dan pertanyaannya. Saat ini, Nippon Paint sudah tidak memiliki kontrak Brand Ambassador dengan Bapak Raffi Ahmad. Materi promosi yang masih terlihat sedang dalam proses penyesuaian dan pelepasan bertahap. Kami tetap berkomitmen menghadirkan produk dan layanan pengecatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Terima kasih atas pengertiannya!” tulis Nippon Paint.
Keputusan tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar seruan boikot terhadap Raffi Ahmad di media sosial. Warganet juga mendesak sejumlah merek lain yang masih bekerja sama dengan Raffi untuk mempertimbangkan sikap serupa.
Polemik bermula dari kehadiran Raffi dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda pada 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menuai kritik setelah muncul dugaan pengerahan peserta berbayar yang mengenakan atribut mahasiswa. Isu tersebut memicu perdebatan mengenai keaslian keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan itu.
Dampak kontroversi juga merembet ke RANS Carnival di Yogyakarta. Sejumlah musisi, termasuk Tipe-X dan Guyon Waton, memutuskan mundur dari acara tersebut. Sejumlah pelaku UMKM juga dikabarkan membatalkan keikutsertaan mereka di tengah berkembangnya seruan boikot.
Menanggapi polemik tersebut, Raffi Ahmad sebelumnya telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Ia menjelaskan kehadirannya dalam acara deklarasi merupakan undangan dan dirinya tidak terlibat dalam perencanaan kegiatan. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana respons publik di media sosial dapat berdampak pada kerja sama komersial dan aktivitas bisnis seorang figur publik.












