Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Isra’ Mi’raj: Persiapan Pembentukan Masyarakat Baru

by Redaksi
30 Januari 2026 | 15:22
in Opini
Isra’ Mi’raj: Persiapan Pembentukan Masyarakat Baru

sumbe foto: islami.co

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – PERISTIWA spektakuler yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikenal dengan Isra’ dan Mi’raj, memanglah perjalanan yang bernuansa spiritual, disamping menyertakan fisik.

Oleh karenanya, bahasan mengenai Isra’ dan Miraj kebanyakan berhenti pada perintah Shalat lima waktu yang diterima oleh Rasulullah sebagai oleh-oleh wisata, tanpa ada upaya untuk menyambungkan kisah itu dalam pembentukan masyarakat baru di tahun berikutnya di kota Yatsrib, yang sekarang kita kenal dengan Al-Madinatul Munawwarah.

Adalah H.Agus Salim salah seorang The Founding Fathers yang dijuluki The Grand Old Man, yang berhasil mencoba melakukan kerja penyambungan sejarah: Isra’ Mi’raj dan Hijrah.

Upaya beliau bisa dipahami karena Isra’ & Mi’raj terjadi satu tahun sebelum Hijrah, sehingga Salim di dalam bukunya yang berjudul: “Tjerita Isra’ Dan Mi’radj Nabi Muhammad S.A.W.” menyebutnya sebagai Persediaan Umat Baru

Paparan Hadji Agus Salim mengenai Isra’ & Mi’raj sebagai persediaan umat baru semakin logis untuk diterima, bila kita melihat sejarah kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ibarat sebuah kitab yang terdiri dari bab-bab yang mempunyai kenisbatan atau keterkaitan satu sama lain.

Demikianlah tampak dengan jelas,  Isra’ & Mi’raj sebagai persiapan, hijrah sebagai prosesnya, sedangkan masyarakat baru di Madinah merupakan hasilnya.

Komitmen Yang Kuat

Negara Madinah yang akan didirikan Nabi setahun kemudian membutuhkan warga yang memiliki komitmen untuk mena’ati konstitusi dan aturan lainnya, dimana dalam konteks negara Madinah, bersumber Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya serta aturan lain, seperti yang diatur dalam Mitsaqu Madinah (Piagam Madinah) itu.

Disamping itu, warganya juga harus memiliki komitmen yang kuat kepada kesatuan dan persatuan. Karena dengan itu, negara akan menjadi kuat ketahanan dan pertahanannya, baik dalam menghadapi tantangan dari dalam maupun dari luar negeri. Masyarakat yang memiliki semangat persatuan, juga akan rela mengorbankan apa yang dimilikinya untuk membantu warga lainnya yang membutuhkan. Dengan ungkapan lain, mereka mempunyai solidaritas yang sangat tinggi. (QS Al-Hasyr/59: 9- 10 ).

READ  Menarasikan Kembali Ekonomi Pancasilanya Mubyarto

Ini semua akan diperoleh, ketika warga masyarakatnya terdiri dari orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya (QS An-Nur/24: 51- 52).

Itu sebabnya, Nabi sengaja membeberkan kisah perjalanan kilat beliau ke Masjidil Aqsha dan naik ke Sidratul Muntaha kepada masyarakat Makkah, untuk menguji siapa diantara mereka yang beriman dan siapa yang mengingkari. Sekaligus guna memastikan siapa kawan dan siapa lawan.

Dengan begitu, Nabi mengetahui secara persis siapa yang memenuhi syarat untuk hijrah dan menjadi warga negara Madinah, dan siapa yang tidak.

Moralitas Yang Tinggi

Dalam melaksanakan program pembangunannya, Negara Madinah yang dipimpin langsung oleh Nabi Allah, membutuhkan manusia mukmin yang cerdas, terampil, tetapi juga memiliki integritas dan kejujuran.

Itu semua bisa terwujud, bila mereka mendirikan Shalat. Karena dengan Shalat, orang terhindar dari perbuatan keji dan munkar (QS Al-‘Ankabut/29: 45).

Hanya saja, dalam realita sosial saat ini, banyak orang yang shalat, tapi bersamaan dengan itu, dia masih mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. Dengan kata lain, Shalat yang dikerjakannya tidak fungsional dalam dirinya. Mengapa ?

Boleh jadi, pengerjaan Shalat nya hanya bertumpu  pada gerakan dan bacaan saja, tetapi sunyi dari kekhusyu’an. Padahal, kekhusyu’an itu adalah inti atau substansi dari Shalat yang menjadikan mushallinya mempunyai sikap moralitas yang tinggi.

Betapa tidak, ketika shalat khusyu’ yang memiliki dua elemen penting itu ditransformasikan di luar ibadah shalat, atau di dalam kehidupan nyata sehari-hari, maka efek moralnya amat

sangat dahsyat sekali.(QS Al-Baqarah/2: 45-46).

Bayangkan, dikala dalam shalat, orang meyakini bahwa mereka tengah berdialog dengan Allah, Rabb nya, lalu ditransformasikan, maka orang akan selalu merasa dibersamai, dan diawasi oleh Allah Ta’ala, kapanpun dan dimanapun dia berada.

READ  MES Di Persimpangan Jalan: Dari Stagnasi Menuju Kebangkitan?

Dan ketika orang di dalam shalat menyakini bahwa mereka bisa saja dipanggil kembali kepada Allah, Penciptanya, alias wafat, lalu ditransformasikan, maka orang akan menyadari bahwa ajal di tangan Allah. Manusia tidak tahu secara persis, kapan dia akan wafat. Artinya, seorang Mushalli merasa diintai oleh kematian setiap sa’at.

Hal ini mendorong orang untuk senantiasa waspada menghadapi kematian, dengan cara melakukan kebaikan setiap saat, dan sebaliknya menjauhkan kemaksiatan dalam segala bentuknya, disetiap saat pula.

Nah, dua elemen dasar itulah yang menjadikan shalat itu, mampu mencegah orang dari perbuatan keji dan mungkar.

Dan orang-orang dengan kualitas moral semacam itu pula yang diharapkan menjadi pelaku utama pembangunan di negara Madinah yang akan didirikan oleh Nabi Allah sesudah hijrah.

Khatimah

Pesan moral profetik dari peristiwa Isra’ & Mi’raj ialah mendorong kaum muslimin disetiap zaman dan generasi, untuk selalu berupaya meningkatkan mutu Iman dan Taqwanya, lalu berjuang memasyarakatkannya dalam kehidupan sosial, sehingga terwujud masyarakat yang beriman dan bertaqwa, sebagai yang telah dicontohkan oleh Nabi Allah di Madinah.

Masyarakat semacam itulah yang mendapat jaminan keberkatan dari Allah Ta’ala (QS Al-A’raf/7: 96)

Tanpa upaya itu, maka peristiwa Isra’ & Mi’raj hanyalah sekedar kisah  yang sangat menakjubkan, yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab,  tapi tidak punya daya gerak yang signifikan untuk merealisasikan sebuah perubahan besar.

Penulis: Hanafi Tasra

Jakarta, 27 Rajab 1447

                16 Januari 2026

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini sepenuhnya milik penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi CoreNews.id.

Tags: Isra MikrajNabi Muhammad SAWPHBI
Previous Post

Fase Kedua Rencana Perdamaian Gaza Trump Hadapi Hambatan Besar

Next Post

Mensesneg Tegaskan Prabowo Tak Intervensi Mundurnya Dirut BEI

Next Post
Presiden Prabowo Tunda Kunjungan ke Tiongkok, Fokus Agenda Internasional dan Dalam Negeri

Mensesneg Tegaskan Prabowo Tak Intervensi Mundurnya Dirut BEI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00

POPULER

Sebagai informasi, perubahan status indeks pasar modal oleh MSCI akan memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan dana global dan stabilitas makroekonomi suatu negara. Demikian pula jika kategori diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market, maka akan memiliki dampak yang ekstrem dibanding bila Indonesia tetap bertahan di status Emerging Market.

Adaptif dan Agile, Strategi OJK Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan

28 Oktober 2026 | 17:32
kumpul-kebo-dipidana-kuhp-baru-2026

Tinggal Serumah Tanpa Nikah Bisa Dipenjara Mulai 2026! Ini Aturan Lengkap KUHP Baru yang Wajib Diketahui

2 Januari 2026 | 19:00
Selain itu, banyak penemuan baru yang di dapat dari pembuktian kesamaan antara data tertulis dan artefactual yang ada. Penemuan baru tersebut adalah sebagai berikut. Pertama. Relief Rāmāyana Prambanan dilukiskan berdasar kakawin Rāmāyana secara lebih dekat. Kedua. Bentuk bangunan yang disebut maṇḍapa dan bentuk bangunan yang disebut dengan umah berbeda, sekalipun keduanya mengacu pada desain rumah dua lantai. Ketiga. Istilah gṛha, humah, atau weśma dalam Sutasoma, Arjunawiwāha, Arjunawijaya, dan Rāmāyana sesungguhnya mengacu pada gambar relief D-16-City-Folk-gather-round-Rama-and-Sita-Thumb.

Menelusuri Visualisasi Humah Sphaṭika dan Weśma Kanaka Era Majapahit

12 November 2024 | 15:40
Logo Danantara

Laba BUMN Naik 18,4 Persen Berkat Transformasi

27 Oktober 2026 | 09:00
kemnaker-reward-perusahaan-sertifikasi-maganghub

Pelatihan Vokasi Kemnaker Buka Peluang Kerja bagi Korban PHK

24 Oktober 2026 | 17:00
Perayaan 10 Muharram di Kios Yatim Berlangsung Khidmat, Santunan Yatim dan Tausiyah Jadi Momentum Tebar Kepedulian

Perayaan 10 Muharram di Kios Yatim Berlangsung Khidmat, Santunan Yatim dan Tausiyah Jadi Momentum Tebar Kepedulian

28 Juni 2026 | 07:37
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved