Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

H-0 Lebaran 2026: 873 Ribu Orang Serbu Angkutan Umum, Kereta Api Jadi Primadona!

by Teguh Imam Suyudi
23 Maret 2026 | 20:00
in News
Ilustrasi Stasiun Kereta Api Dibuat Kecerdasan Buatan

Ilustrasi Stasiun Kereta Api Dibuat Kecerdasan Buatan

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id – Pergerakan masyarakat pada Hari H Lebaran 2026 tercatat tetap tinggi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan sebanyak 873.916 orang menggunakan angkutan umum pada Sabtu (21/3/2026).

Data tersebut dihimpun melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026. Meski terjadi lonjakan mobilitas, pemerintah memastikan kondisi transportasi secara umum masih dalam kategori terkendali.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, mengatakan bahwa tren penggunaan angkutan umum masih tinggi hingga hari Lebaran.

“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujar Ernita dalam keterangan resmi, Minggu (22/3/2026).

Kereta Api Dominasi, Disusul Pesawat dan Kapal

Berdasarkan data harian, moda transportasi berbasis rel menjadi pilihan utama masyarakat.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Kereta api: 364.649 penumpang
  • Angkutan udara: 206.785 penumpang
  • Penyeberangan: 177.564 penumpang
  • Bus (darat): 103.777 penumpang
  • Angkutan laut: 21.141 penumpang

Dominasi kereta api menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap moda transportasi massal yang dinilai lebih efisien dan tepat waktu.

Total Pemudik Tembus 10,8 Juta Orang

Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8 hingga Hari H Lebaran mencapai 10.887.584 orang.

Angka ini mengalami kenaikan 8,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 10.027.482 orang.

Adapun pertumbuhan tertinggi terjadi pada:

  • Moda penyeberangan: naik 14,01 persen
  • Kereta api: naik 13,46 persen

Arus Kendaraan Pribadi Masih Padat

Selain angkutan umum, arus kendaraan pribadi juga terpantau padat, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Pada Hari H Lebaran:

  • Gerbang tol Jabodetabek: 380.753 kendaraan
  • Non-Jabodetabek: 353.546 kendaraan
  • Jalur arteri Jabodetabek: lebih dari 1 juta kendaraan

Lonjakan ini menunjukkan mobilitas masyarakat tetap tinggi meskipun sebagian besar telah tiba di kampung halaman.

READ  Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo: APBN 2026 Implementasi Visi Indonesia Tangguh dan Sejahtera

Ketepatan Waktu Transportasi Tetap Terjaga

Dari sisi layanan, ketepatan waktu atau on time performance (OTP) angkutan umum menunjukkan kinerja yang cukup baik.

  • Kereta api: >97 persen
  • Angkutan laut: 95,92 persen
  • Penyeberangan: 93,20 persen
  • Udara domestik: 88,09 persen
  • Angkutan darat: 64,97 persen

Kereta api kembali menjadi moda dengan performa terbaik dalam hal ketepatan jadwal.

Puncak Arus Balik Diprediksi H+3

Seiring berakhirnya libur Lebaran, pemerintah kini fokus mengantisipasi arus balik. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 (H+3).

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal, menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” kata Ernita.

Tags: Arus BalikLebaran 2026Mudik Lebaran
Previous Post

Yaqut “Menghilang” dari Rutan KPK, Ternyata Statusnya Diam-Diam Diubah Jadi Tahanan Rumah!

Next Post

BEI Kembali Tunda Short Selling hingga September 2026, Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Next Post
net-buy-asing-ihsg-rekor-saham-diborong

BEI Kembali Tunda Short Selling hingga September 2026, Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
rsud-sambas-transformasi-layanan-kesehatan-top-bumd-awards-2026

RSUD Sambas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan di TOP BUMD Awards 2026

14 Januari 2026 | 22:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00
Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Pacu Transformasi Digital Nasional, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 08:00
RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

Perkuat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Mutu Layanan, RSUI Raih Penghargaan TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 07:00

POPULER

Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan Kehilangan Dividen BUMN Rp90 Triliun, Siapkan Strategi Pengganti

8 Mei 2025 | 21:00
PT Synnex Metrodata Indonesia

PT. Synnex Metrodata Indonesia Bergabung dengan Cyble Partner Network Sebagai Distributor Cyble Untuk Indonesia

19 Januari 2024 | 09:00
Tak hanya berdampak pada tekanan darah, kebiasaan makan mi instan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memengaruhi kerja hormon yang mengatur siklus tidur serta metabolisme tubuh. Di mana efeknya bahkan bisa dirasakan keesokan hari, mulai dari sakit kepala saat bangun tidur, tubuh terasa lelah, hingga tekanan darah yang tetap tinggi.

Makan Mi Instan Larut Malam Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

5 Juni 2026 | 13:08
Menurut Samsul Hidayat, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Lima ETF Emas Baru Diluncurkan BEI

10 Agustus 2026 | 12:01
Transjakarta

Cara Dapat Kartu Transportasi Gratis Jakarta 2025 untuk 15 Golongan — Lengkap & Mudah!

19 Mei 2025 | 17:00
piala dunia antarklub 2025

Daftar Lengkap Juara Piala Dunia Antarklub Sepanjang Sejarah

14 Juli 2025 | 09:44
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved