Jakarta, CoreNews.id – Kegiatan Tarawih Berkunjung (Tarjung) yang menjadi rangkaian praktik Diklat Dakwah Albaqo-Ikamah memuncak dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Jami’ Al-Muttaqien, Link Kaligandu Bujang Boros, Cilegon, pada malam ke-23 Ramadhan atau 12 Maret 2026. Kegiatan ini menampilkan penceramah dari kalangan santri dan alumni Al-Khairiyah Karangtengah.
Sekretaris Panitia Diklat Dakwah, Gobang, mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an menjadi puncak dari rangkaian Tarjung yang telah dilaksanakan di sejumlah masjid di Cilegon sejak 7 hingga 12 Maret 2026.
“Puncak rangkaian kegiatan Tarjung akan dilaksanakan dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Jami’ Al-Muttaqien dengan menampilkan penceramah dari santri dan alumni Al-Khairiyah Karangtengah,” ujarnya.
Kegiatan Tarjung sendiri merupakan praktik lapangan dari Diklat Dakwah Albaqo-Ikamah yang sebelumnya dilaksanakan selama tiga hari pada 25–27 Februari 2026. Melalui kegiatan ini, para siswa dan santri dilatih untuk tampil langsung di hadapan masyarakat sebagai penceramah, qori, maupun pembawa acara dalam kegiatan keagamaan.

Pimpinan Pesantren Banu Alqomar yang juga Kabid Ikamah, Ustadz H. Mustofa HQ, berharap kegiatan Diklat Dakwah dan Tarjung mampu melahirkan kader-kader dakwah yang siap terjun di tengah masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini dapat mencetak kader-kader da’i dan da’iyah yang siap berdiri di tengah masyarakat sebagai generasi penerus sekaligus menjadi lentera bagi umat,” kata Mustofa.
Ia juga menilai kegiatan Tarjung dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya para pelajar, untuk terus menyiarkan pentingnya pendidikan agama, akhlak, dan ibadah sebagai bekal kehidupan di dunia maupun akhirat.
Sementara itu, Steering Committee Diklat Dakwah yang juga Kabid Dakwah dan Komunikasi Umat Ikamah, Ustadz Ruba’i, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kader dakwah yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan Islam dengan bijak.
“Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader dakwah yang berakhlak mulia dan mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan penuh hikmah kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ruba’i, para peserta juga dilatih untuk mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat.
Selain itu, peserta memperoleh pengalaman praktis dalam berdakwah, mulai dari kemampuan public speaking, manajemen dakwah, hingga kerja sama dalam organisasi.
Salah satu pemateri Diklat Dakwah sekaligus pembimbing Tarjung, Dr (Cand) Hj. Eti Sobariyah, M.Pd., yang juga dosen STIT Al-Khairiyah, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mengasah mental peserta sekaligus membaur dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan diklat dakwah dan Tarjung ini diharapkan dapat membangun spirit training dakwah yang mengasah mental serta memperkuat silaturahmi dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap pengembangan Madrasah Al-Khairiyah Karangtengah, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Ke depan, Eti berharap program Diklat Dakwah dan Tarjung dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang semakin berkembang serta menyesuaikan tantangan dakwah di era digital.
“Kader dakwah yang lahir dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga kemampuan komunikasi yang baik serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah,” tegasnya.

Koordinator Presidium Ikamah, Dr. Nurdin Sibaweh, menyebut Diklat Dakwah dan Tarjung merupakan satu paket kegiatan yang mengintegrasikan teori dan praktik dakwah bagi para santri.
“Para peserta mendapatkan teori, praktik, sekaligus pengalaman berdakwah secara langsung sebagai bekal ke depan, baik untuk menjadi penceramah maupun menekuni jalur dakwah lainnya,” kata Nurdin.
Menurutnya, materi yang diberikan dalam Diklat Dakwah telah mengombinasikan teori dasar ceramah dengan berbagai metode dakwah sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta maupun masyarakat luas.













