Corenews.id
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini
Corenews.id
No Result
View All Result

Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026, Capai 5,61 Persen

by Irawan Djoko Nugroho
5 Mei 2026 | 13:27
in Ekonomi
Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 ditopang oleh sejumlah faktor. Antara lain, momen Ramadhan dan Idul Fitri serta sejumlah kebijakan pemerintah. Dicatat, konsumsi perkapita kelompok restoran dan hotel tumbuh 11,63 persen yoy. Selain itu, pertumbuhan transaksi online dan marketplace sebesar 6,19 persen.

Ilustrasi: Pertumbuhan Ekonomi. Foto dari media sosial

Bagikan sekarang:

Jakarta, CoreNews.id — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen. Kenaikan pertumbuhan tersebut terjadi bila dibandingkan dengan kuartal I 2025, atau yoy (tahunan). Capaian tersebut berdasarkan besaran PDB pada kuartal I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers terkait pertumbuhan ekonomi di kantor BPS, Jakarta, (5/5/2026). Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 ditopang oleh sejumlah faktor. Antara lain, momen Ramadhan dan Idul Fitri serta sejumlah kebijakan pemerintah. Dicatat, konsumsi perkapita kelompok restoran dan hotel tumbuh 11,63 persen yoy. Selain itu, pertumbuhan transaksi online dan marketplace sebesar 6,19 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat neraca perdagangan Indonesia tumbuh positif. Pada periode Maret 2026 neraca perdagangan Indonesia mengalami keuntungan atau surplus mencapai 3,32 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor 22,53 miliar dolar AS dan impor 19,21 miliar dolar AS. Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyatakan, bila secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, Indonesia mengalami keuntungan sebesar 5,55 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor 66,85 miliar dolar AS dan impor 61,30 miliar dolar AS.*

READ  Kemendag Larang Toko Online Jual Barang Impor di Bawah Rp 1,5 Juta
Tags: Badan Pusat StatistikDeputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng HartonoKepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti
Previous Post

Kemlu Pastikan Kapal Tanker Iran di Perairan RI Tak Langgar Hukum Internasional

Next Post

Pengangguran Terbuka di Indonesia 7,24 Juta

Next Post
Sebagai informasi, berdasar standar International Labour Organization (ILO), seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu termasuk dalam kategori penduduk bekerja. sesuai standar International Labour Organization (ILO). Dan menurut BPS, terdapat tiga kategori pekerja. Pertama. Pekerja penuh waktu (jam kerja minimal 35 jam per pekan). Kedua. Pekerja paruh waktu (jam kerja kurang dari 35 jam per pekan, tetapi tidak mencari pekerjaan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain). Ketiga. Setengah pengangguran (jam kerja antara 1-34 jam per pekan, dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain)

Pengangguran Terbuka di Indonesia 7,24 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWARA

menaker-pmsm-pengembangan-sdm-human-capital-2026

SDM dan AI Jadi Penentu Produktivitas Perusahaan

29 Oktober 2026 | 20:00
phe-raih-empat-penghargaan-top-grc-awards-2026

PHE Sabet Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 | 09:00
108-perusahaan-raih-top-grc-awards-2026

108 Perusahaan Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2026

9 September 2026 | 19:00
pelatihan-itsm-msi-institute-juli-2026

MSI Institute Gelar Pelatihan IT Service Management, Bekali Profesional Kuasai Tata Kelola Layanan TI Berbasis ITSM

3 Juli 2026 | 16:00
Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Transformasi Digital Konsisten, Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

22 Desember 2025 | 17:00
Perumda Air Minum Kota Padang TOP Digital Awards 2025

Mengalirkan Inovasi, Menyemai Layanan: Perumda Air Minum Kota Padang Kembali Raih TOP Digital Awards

5 Desember 2025 | 09:00

POPULER

Daftar Korban Dugaan Penyadapan Tiga Jenderal Polisi: Prabowo, Media hingga Pengusaha

Daftar Korban Dugaan Penyadapan Tiga Jenderal Polisi: Prabowo, Media hingga Pengusaha

4 November 2026 | 11:19
Raffi Ahmad Diputus Kontrak Jadi BA seusai Polemik Boikot Warganet

Raffi Ahmad Diputus Kontrak Jadi BA seusai Polemik Boikot Warganet

3 November 2026 | 17:09
Tiga Jenderal Polisi Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penyadapan Presiden

Tiga Jenderal Polisi Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Penyadapan Presiden

4 November 2026 | 10:58
Apa Itu LIMS dan Kaitannya dengan Teknologi Penyadapan?

Apa Itu LIMS dan Kaitannya dengan Teknologi Penyadapan?

4 November 2026 | 11:31
strategi-harbolnas-12-12-brand-tetap-untung

Pajak Digital Berlaku 9 November, Ini Jenisnya

1 November 2026 | 17:00
Sementara itu, untuk beban jatuh tempo pada 2027 diperkirakan mulai menurun menjadi Rp 672,29 triliun. Sekalipun demikian, beberapa bulan masih akan mencatatkan nilai yang cukup besar. Seperti misalnya: April - Rp 127,01 triliun, Mei - Rp 120,43 triliun, Desember - Rp 112,39 triliun, dan Januari - Rp 104,44 triliun

Utang Jatuh Tempo Pemerintah Naik 24,3% Secara YoY Jadi 749,23 Triliun

14 Juli 2026 | 10:47
  • Redaksi Corenews.id
  • Pedoman Media Siber
  • Email Login

Corenews.id | All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Daerah
  • Politik
    • Pemilu
  • Hukum
  • Pariwara
  • Bisnis
    • Keuangan
    • Ekonomi
    • Properti
    • Pasar Modal
  • Tekno
  • Gaya Hidup
  • Humaniora
  • Olah Raga
  • Tokoh
  • Opini

Corenews.id | All Rights Reserved